DPMPTSP Ungkap Strategi Investasi Perikanan NTB Berbasis Ekonomi Biru

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:23:07 WIB
DPMPTSP Ungkap Strategi Investasi Perikanan NTB Berbasis Ekonomi Biru

JAKARTA - Ketergantungan investasi daerah terhadap sektor pertambangan mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Selama bertahun-tahun, pertambangan memang berperan besar dalam menopang perekonomian daerah, namun dominasi sektor ini dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain yang lebih berkelanjutan. 

Sektor perikanan dipandang sebagai salah satu peluang strategis yang dapat mendorong diversifikasi investasi di NTB.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB mengungkapkan bahwa investasi di sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. 

Selain kaya sumber daya laut, NTB juga memiliki posisi geografis strategis yang mendukung pengembangan ekonomi berbasis kelautan. Dengan optimalisasi sektor ini, komposisi investasi daerah diharapkan tidak lagi didominasi oleh sektor tambang.

Perikanan sebagai Alternatif Investasi Non Tambang

Kepala DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, menyampaikan bahwa berbagai sektor lapangan usaha di luar pertambangan, khususnya perikanan, memiliki prospek yang menjanjikan. 

Menurutnya, sektor perikanan tidak hanya berpotensi dari sisi produksi, tetapi juga memiliki peluang besar dalam pengembangan industri hilir yang bernilai tambah tinggi.

Ketertarikan investor terhadap sektor perikanan NTB pun mulai terlihat. Irnadi mengungkapkan bahwa mitra pemodal dari luar negeri, salah satunya Pemerintah Kanada, menunjukkan minat untuk menanamkan modal di bidang hilirisasi perikanan. Ketertarikan ini dinilai sebagai peluang penting bagi NTB untuk memperluas basis investasinya.

“Kami berharap kerja sama pemerintah Kanada dengan NTB terealisasi, terutama sektor hilirisasi perikanan dan investasi non tambang,” ujar Irnadi.

Hilirisasi perikanan dipandang mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan aktivitas produksi bahan mentah. Dengan adanya pengolahan hasil laut di dalam daerah, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha lokal.

Peran DPMPTSP dalam Mengawal Investasi

Irnadi menegaskan bahwa DPMPTSP NTB siap mengawal seluruh proses kerja sama investasi yang masuk ke daerah. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada tahap perizinan, tetapi juga mencakup fasilitasi kemitraan antara investor dengan pelaku usaha lokal dan UMKM.

Menurutnya, pendampingan yang menyeluruh menjadi kunci agar investasi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Dengan keterlibatan UMKM lokal, investasi perikanan diharapkan tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur NTB bahwa investasi harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat UMKM,” kata Irnadi.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak sekadar mengejar nilai investasi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak sosial ekonomi dari investasi tersebut.

Dampak Investasi Perikanan terhadap Struktur Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Irnadi menyebutkan bahwa masuknya investasi ke sektor perikanan dapat memberikan dampak langsung terhadap struktur ekonomi daerah. Selama ini, perekonomian NTB masih cukup bergantung pada sektor pertambangan, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Dengan memperkuat sektor perikanan, struktur ekonomi NTB diharapkan menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan. Perikanan dinilai sebagai sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di wilayah pesisir, sekaligus memberikan kontribusi jangka panjang bagi perekonomian daerah.

Diversifikasi investasi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Ketika sektor tambang mengalami perlambatan, sektor perikanan diharapkan tetap mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi NTB.

Keunggulan NTB sebagai Provinsi Maritim

NTB memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor perikanan. Sebagai provinsi maritim dengan 403 pulau, wilayah ini berada dalam cakupan dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) nasional, yakni WPP 573 dan WPP 713. Kondisi geografis ini menjadikan NTB memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar.

Di bagian selatan, NTB berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang termasuk dalam zona WPP 573. Kawasan ini dikenal sebagai daerah tangkapan ikan bernilai ekonomi tinggi. Sementara itu, perairan bagian utara NTB masuk dalam zona WPP 713 yang juga kaya akan sumber daya perikanan.

Potensi tersebut tercermin dari capaian produksi perikanan NTB pada 2024. Pada tahun tersebut, NTB memproduksi udang vaname sebanyak 198.639 ton, rumput laut 704.810 ton, ikan tuna 6.141 ton, ikan cakalang 14.768 ton, serta ikan tongkol mencapai 24.331 ton. Angka ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan sektor perikanan di daerah ini.

Infrastruktur dan Arah Pengembangan Ekonomi Biru

Selain potensi produksi, NTB juga didukung oleh infrastruktur pelabuhan yang strategis. Sejumlah pelabuhan seperti Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu menjadi pintu masuk penting bagi pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.

Keberadaan pelabuhan-pelabuhan tersebut memudahkan distribusi hasil perikanan serta mendukung pengembangan industri pengolahan. 

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, investor memiliki peluang untuk membangun rantai usaha perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

DPMPTSP NTB optimistis bahwa pengembangan sektor perikanan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat daya saing NTB di tingkat nasional dan internasional.

Dengan strategi diversifikasi investasi yang mengedepankan sektor perikanan, NTB menatap masa depan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Terkini